Pelantikan Pengurus Dewan Da'wah Kota Pagaralam

Syukur Alhamdulillah hari Selasa tanggal.14 Okt. 2014 jam 14.00 pengurus Dewan Da’wah Provinsi SS melantik pengurus Dewan Da’wah Kota Pagar Alam.

Pelantikan Dewan Da'wah Kabupaten Lahat

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Lahat, Pengurus Dewan Da’wah Kabupaten Lahat periode 2014-2018. Telah berlangsung acara peresmian Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Kabupaten Lahat periode 2014-2018, pada

Suasana Pelantikan Dewan Da'wah Kabupaten Lahat

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Lahat, Pengurus Dewan Da’wah Kabupaten Lahat periode 2014-2018.

Pelantikan Dewan Da'wah Kabupaten Pali

Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengharapkan lingkungan Kabupatennya menjadi lingkungan yang Islami, upaya itu harus dimulai dari rumah tangga kita dulu. Kemudian lingkungan RT, RW Desa, Kelurahan, Kecamatan sampai keseluruh Kabupaten.

Kunjungan Dewan Da'wah Sumatera Selatan Ke Ponpes Darussalam

Disela-sela pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Dewan Da''wah Islamiyah Indonesia atau yang disingkat Dewan Da'wah Kabupaten Lahat.

Jumat, 06 Februari 2015

Membentengi Aqidah Umat Memelihara Kerukunan Beragama (Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir)



Memelihara daerah dari bahaya gerakan Salibiyah berarti juga menjaga keutuhan nilai nilai adat yang terang terangan menyebut¬kan bahwa ranah ini adatnya bersendi syara’ dan syara’ bersendi Kitabullah. Selain itu memelihara keutuhan ukhuwah hanya dimung¬kinkan dengan menghidupkan kembali nilai nilai “tungku tigo sajarangan” dalam melibatkan unsur unsur alim ulama ninik mamak dan para cendekiawan baik yang duduk dalam pemerintahan maupun yang ada di kalangan perguruan tinggi.

Yang sangat diperlukan adalah menumbuhkan ulama dan pendakwah Islam yang beradat, dan menanamkan kembali rumpun orang adat yang ber-agama Islam, serta para cendekiawan yang beradat dan beragama Islam. Usaha ini menjadi sangat krusial dalam menciptakan tatanan masyarakat ber-adat, dengan adatnya bersendi syarak dan syarak bersendi Kitabullah (al-Quran). Juga, yang tidak dapat dilupakan adalah tentang pentingnya peran kegotong royongan sebagai buah dari ajaran ta’awun sebagai inti aqidah tauhid.


Dewan Dakwah melihat bahwa usaha umat Islam dalam membendung usaha usaha yang mendiskreditkan umat dan bahkan memurtadkan umat Islam dari agama mereka, adalah semata mata ber-sifat mempertahankan diri.Umat Islam diperintahkan untuk mengajak golongan lain kepada kalimatin sawa, atau kata persamaan, yakni :

1. Tidak menyembah kepada selain Allah, dan tidak menyeku¬tukan Nya dengan sesuatu apapun.
2. Tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan, selain Allah. Jika mereka berpaling, saksikanlah bahwa kami adalah orang orang muslim.
Sebagai Yayasan Islam, Dewan Dakwah mempunyai pedoman yang baku dalam segala hal, termasuk dalam hubungan antaragama, antara lain :
1. Islam dinyatakan sebagai agama di sisi Allah, namun Islam melarang pemaksaan dalam agama.
2. Islam mengajarkan, golongan Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada umat Islam, sehingga umat Islam mengikuti agama mereka.
3. Akan didapati orang orang yang paling keras permusuhan¬nya kepada orang orang yang beriman, yakni orang orang Yahudi dan mereka yang menyekutukan Allah.
Dalam kamus orang orang beragama, tidak ada pengertian semua agama adalah benar.

Yang ada, agamanyalah yang benar.
Karena itu agamanya harus disampaikan kepada siapa saja, dan dengan cara apa saja. Untuk menciptakan kerukunan itu, mutlak diperlukan kebijakan dari semua pihak yang dapat juga disebut semacam kode etik. Bila ingin membicarakan keberhasilan kaum Salibiyah dalam merebut hati umat Islam Indonesia, sering Bapak Mohamad Natsir bertanya : bukankah banyak pula umat mereka yang sadar lalu berbondong bondong masuk Islam?. Tanya yang berupa khabariah ini menyebabkan kita menoleh kepada soal itu. Ternyata memang ada benarnya dan memerlu-kan penggarapan khusus.

Di Kabupaten Nusa Tenggara Selatan dengan ibukotanya Soe, seorang raja bernama Gunawan masuk Islam kemudian diikuti oleh kurang lebih 9000 rakyatnya. Karena tidak ada pembinaan, sebagian mereka kembali murtad. Hal ini kita coba mengatasi dengan pengiriman 6 orang da’i yang honornya dicarikan dari bapak angkat. Begitu juga di Mentawai ribuan orang masuk Islam, namun hal ini kurang dapat kita layani. Di pulau pulau terpencil di daerah Maluku banyak laporan dan permintaan pengislaman, pengarahan dan bantuan. Sahabat sahabat baru seperti ini, dapat kita lihat perkembangannya dengan adanya jama’ah Muhtadin di kota kota seperti : Yogya, Medan, Cilacap, Mentawai, Lampung dan lain lain, bahkan telah sampai kita adakan pertemuan silaturahmi di Cisalopa. Acara seperti ini biasanya dihadiri pula oleh Muhtadin dari Malaysia dan Brunei. Sebahagian instrukturnya ada yang diambilkan dari tenaga-tenaga ahli dakwah dari tamatan Timur Tengah. Usaha yang menampilkan peran dan gerak dari Muhtadin ini menarik perhatian dan minat dari berbagai pihak. Utamanya dari para Muhsinin dari Timur Tengah, sehingga responnya terlihat pada undangan-undangan untuk menunaikan ibadah haji bagi para muhtadin yang telah berprestasi. Seperti di tahun 1997 misalnya, 5 orang di antara mereka di undang untuk menunaikan ibadah haji dengan dari biaya lembaga Muhtadin dari Jeddah.


Menyangkut permutadan umat Islam oleh kalangan Salibiyah yang pada dua dasawarsa terakhir sangat pesat dilakukan oleh mereka, maka Dewan Dakwah melihatnya sebagai suatu bahaya yang tidak hanya berakibat terhadap agama Islam, tetapi juga terhadap kerukunan nasional. Mengenai masalah ini Dewan Dakwah selalu menyampaikan pandangan-pandangannya secara terbuka kepada Pemerintah melalui Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri, dan juga diterbitkan catatan-catatan tentang fakta dan data oleh Media Dakwah. Soal yang sangat penting dan peka ini, dikemukakan oleh Dewan Dakwah melihat kenyataan kenyataan yang terjadi di lapangan, karenanya di-sampaikan secara jujur, adil dan terbuka. 

Pada tahun tahun terakhir ini terasa mulai dapat dipahami. Bukan saja oleh sesama golongan Islam, melainkan juga oleh golongan golongan masyarakat lainnya. Dewan Dakwah, walaupun bukan partai politik, namun melalui berbagai saluran konstitusional yang ada, dengan memberi¬kan pertimbangan pertimbangan kepada lembaga lembaga pemerintahan yang terkait. Dewan Dakwah melihat bahwa usaha umat Islam dalam membendung usaha usaha yang mendiskreditkan umat Islam dan bahkan memurtadkan umat dari agama mereka, adalah semata mata ber-sifat mempertahankan diri. 

Bersifat self defence.

Walaupun demikian, Dewan Dakwah senantiasa menyikapi setiap ada ajakan untuk menciptakan kerukunan hidup antar umat beragama, dengan sikap positif sesuai bimbingan Agama Islam, karena sebagai sesama pengatur agama yang bersumber dari Allah.
Umat Islam diperintahkan untuk mengajak golongan lain kepada kalimatin sawa’, atau kata persamaan, yakni :
1. Tidak menyembah kepada selain Allah, dan tidak menyeku¬tukan Nya dengan sesuatu apapun.
2. Tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan, selain Allah.
3. Jika mereka berpaling, saksikanlah bahwa kami adalah orang orang muslim.
Sebagai yayasan Islam, Dewan Dakwah mempunyai pedoman yang baku dalam segala hal, termasuk dalam hubungan anta¬r agama, antara lain :
1. Islam dinyatakan sebagai agama di sisi Allah, namun Islam melarang pemaksaan dalam agama.
2. Islam mengajarkan, golongan Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada umat Islam, sehingga umat Islam mengikuti agama mereka.
3. Akan didapati orang orang yang paling keras per-musuhan¬nya kepada orang orang yang beriman, yakni orang orang Yahudi dan mereka yang menyekutukan Allah.
Pandangan Dewan Dakwah mengenai soal yang sangat penting dan peka ini, karena berdasarkan kenyataan kenyataan dan disampaikan secara jujur, adil dan terbuka, pada tahun tahun terakhir ini terasa mulai dapat dipahami.
Bukan saja oleh sesama golongan Islam, melainkan juga oleh golongan golongan masyarakat lainnya.
Ketika Paus Johannes Paulus II berkunjung ke Indonesia 9 14 Oktober 1989, empat orang sesepuh umat : K.H. Masjkur, K.H. Rusli Abdul Wahid, Prof. Dr. H.M. Rasjidi, dan M. Natsir, menyampaikan surat terbuka melalui Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia dilampiri fakta dan data.

Buktinya tidak ada bantahan.

Dewan Dakwah, sekali lagi, bukan organisasi kemasyarakatan, juga bukan partai politik.

Akan tetapi, Dewan Dakwah tidak hendak membiarkan dirinya sendiri dan keluarga besarnya buta politik, karena politik pada hakikatnya adalah seni mengatur masyarakat.

Dewan Dakwah bukan partai politik, Dewan Dakwah pun sangat menyadari keterbatasan keterbatasannya.
Maka dari itu, kepada keluarga Dewan Dakwah yang tersebar di seluruh tanah air, Dewan Dakwah hanya dapat menyampaikan imbauan supaya mereka menjadi warga negara yang baik.

Kamis, 05 Februari 2015

Drs. K.H. Husin Abdul Muin

Dilahirkan di Desa Sungai Pinang (Ogan Ilir) pada tanggal 20 November 1920. Sejak kecil beliau menimba ilmu di desa tersebut yaitu Madrasah Assalafiyah kemudian menuruskan pendidikan di Palembang hingga ke Makkah. Memperdalam ilmu Hadits dengan mendapat ijazah dari Syaik Yasin Isa tahun 1957 di Makkah. Beliau juga belajar ilmu jurnalistik “Soemoe Haroe” atau “Hari Perjuangan”. Pada tahun 1968 mendapat gelar doktoral II lulus dalam ujian terbuka dengan predikat Cumlaude dalam mempertahankan skripsi berjudul Aqidah Islamiyah dan Berbagai Alirannya Yang Menjurus ke Alam Filsafat di Fakultas Ushuluddin Yayasan PITSS. 

Berbagai pengalaman kemasyarakatan yang belia abdikan antara lain Pengurus Persatuan Pelajar, Pengurus Partai Islam, Pemimpin Pesantren Assalafiyah Sungai Pinang, Ketua Laskar Mujahidin, Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang diketuai oleh K.H. Abdul Rasyid Siddiq, perintis MUI Sumsel, dan Pengurus Yayasan Masjid Agung. Dalam pemerintahan beliau juga memulai karirnya sebagai karyawan Kantor Shoki Shoyoku (Urusan Agama) 1944, dan terakhir menjadi Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Sumatera Selatan menggantikan Buya K. H. Rasyid Siddiq. 

Banyak karya-karya beliau yang disumbangkan kepada umat Islam antara lain buku Aqidah Islamiyah, beberapa pragmen, in memorial, kosmologia dan lain-lain. Drs. K.H. Husin Abdul Muin wafat pada hari Minggu tanggal 24 Februari 1985 jam 11.30 di makamkan di TPU Puncak Sekuning Palembang. Istri beliau bernama Hj. Rabiatul Adawiya dengan jumlah anak 7 orang

K.H.A. Rasyid Siddiq


Buya K.H.A. Rasyid Siddiq, begitu orang memanggilnya. Beliau dilahirkan 18 Juli 1905 di Dusun Rantau Kasih Kabupaten Musi Banyuasin, Sejak tahun 1911 dibyong Orang tuanya menetap di Mekkah. Pada tahun 1911 sampai 1914 belajar di Kattab zawiyah Samman (Babuz Ziadah) menghafalkan Al-Qur`an sehingga pada usia 14 tahun Beliau sudah hafal Al-Qur`an 30 Juz. Setelah kembal ke Indonesia beliau menikah dengan Fatmah yang kemudian dikaruniai 2 orang putra dan 3 orang putri.


Setelah menetap di Indonesia Beliau banyak mengabdi dan melakukan pembinaan masyarakat Musi Banyuasin tempat kelahirannya, Pada masa pemerintahan Dr.M.Isa dan Dr A.K.Gani, Beliau ditunjuk untuk mengamankan Perusahaan Minyak RI (Permiri) di Mangunjaya dan sekitarnya (1946-1947). Tahun 1945-1947 Beliau juga mendirikan dan mengetuai Badan Perjuangan Mujahidin Indonesia daerah Musi Ilir. Dibidang Legislatif tahun 1946-1950 Beliau menjadi anggota DPR keresidenan Palembang, selanjutnya karena kematangannya membina masyarakat dan keahliannya di bidang agama pada tahun 1952-1964 pemerintah memberinya kedudukan sebagai Kepala Jawatan Urusan Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kanwil Depag).

Beliau dan Drs. K.H.Husin Abdul Muin dikenal sebagai pendiri IAIN Raden Fatah Palembang. Banyak jasa yang diukir Beliau dalam sejarah di Sumatera Selatan disamping sejumlah amanah jabatan yang pernah Beliau emban. Sejak tahun 1980 hingga 1995. Beliau dipilih menjadi Ketua majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan

Alamat Kantor Pusat dan Cabang Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Alamat Kantor Pusat dan Cabang Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
Gedung Menara Da’wah
Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta 10450
Telp. (021) 3909059, 3900201, 39899323, 39899324 (Hunting)
Fax. (021) 3908203, 3103693
Website : http://www.dewandakwah.com
Email : sekretariat@dewandakwah.
Perwakilan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Seluruh Indonesia
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Jl. T. Nyak Arief No. 159
(Depan Masjid Brimob) Jeulingke, Banda Aceh
Telp. (0651) 74009410
Fax. (0651) 7551070
B A N T E N
Komplek Ciceri Indah Blok D/10
Serang – 42118
Telp. (0254) 200191
SUMATERA UTARA
Jl. Brigjend. Katamso No. 325
Medan – Sumatera Utara 20159
Telp. (061) 4565055
Fax. (061) 4565055
DKI Jakarta
Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta 10450
Telp. (021) 3909647 Fax. (021) 3909342
R I A U
Jl. Todak/Gang Udang Putih No. 1
(Kantor IKMI Koorwil Riau) Pekanbaru
Telp. (0761) 7047378
JAWA BARAT
Jl. Pungkur No. 151 Bandung – 40251
Telp (022) 4235406 Fax. (021) 4235406
B A T A M
Gedung Ibnu Sina
Jl. Teuku Umar Lubuk Baja – Batam
Telp. (0778) 422247, 458394
JAWA TENGAH KANTOR SEMARANG
Jl. MT. Haryono No. 6 Semarang – 50127
Telp. (024) 557147 Fax. (024) 557147
SUMATERA BARAT
Jl. Srigunting No. 2 Air Tawar Barat, Padang
Telp. (0751) 7053072
Fax. (0751) 7053072
D.I. YOGYAKARTA
Jl. Ipda Tut Harsono (Timoko) No. 3A Mujamuju, Yogyakarta
J A M B I
Jl. Soekarno-Hatta RT. 34 No. 57
Kel. Tambak Sari,
Jambi Selatan – 36138
JAWA TIMUR
Jl. Purwodadi Raya 86-88 Surabaya – 60171
Telp. (031) 3575337 Fax. (031) 5312133
SUMATERA SELATAN
Gedung YPU 24 Ilir, Jl. Brigjend. Dani Effendi (d/h Jl. Radial) No. 303 Palembang 30134
Telp. (0711) 366106
B A L I
Jl. Serma Repot No. 4 Sanglah, Denpasar
BENGKULU
Masjid Al-Kautsar, Jl.Kapuas III RT. 15
Padang Harapan, Bengkulu 38225
Telp. (0736) 342637
Fax. (0736) 342637
KALIMANTAN TENGAH
Jl. MT. Haryono No. 103 Sampit Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
Telp. (0531) 6709988
L A M P U N G
Masjid Al Munawwarah Lt. II, Jl. Imam Bonjol GG. Beringin No. 23 Lebak Manis, Suka Jawa,
Bandar Lampung – 35157
Telp. (0721) 252527
Fax. (0721) 252527
KALIMANTAN BARAT
d/a Komp. Perguruan Ishlah Baitul Mal (IBM), Jl. H. Rais A. Rahman Gg. Lawu, Pontianak
KALIMANTAN SELATAN
Masjid Hasbunallahu Wanikmal Wakil,
Jl. P. Antasari Gg. Hasanuddin No. 28, Banjarmasin
KALIMANTAN TIMUR
Jl. Pandan Harum D/81 Perumahan Erliza, Samarinda
GORONTALO
Jl. Andalas No. 124 Kota Gorontalo
Telp. (0435) 830703
NUSA TENGGARA BARAT
Jl. Taruna No. 5 Kediri, Lombok Barat
NUSA TENGGARA TIMUR
Jl. Soekarno No. 24 Kupang
Telp. (0380) 831393
NUSA TENGGARA TENGAH
Jl. Imam Bonjol No. 6 Bima
SULAWESI SELATAN
Jl. Yos Sudarso Lorong 153/26 A
Makassar – 90231
SULAWESI TENGAH
Jl. Sungai Lonti No. 60 Palu – 94222
SULAWESI UTARA
Jl. TVRI Kel. Banjer – Lingkungan V
Manado – 95125
SULAWESI TENGGARA
Jl. Kalenggo No. 13 Kendari – 93117
MALUKU UTARA
Jl. Zainal Abidin Syah, Soasio, Tidore, Halmahera Tengah, Maluku Utara
MALUKU TENGAH/TENGGARA & AMBON
Islamic Centre, Jl. Sultan Babullah
Ambon – 97126
P A P U A
Jl. Nowari No. 95 Merauke, Papua
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jl. Parit Lalang No. 1 (Komplek Al Qalam)
Kel. Parit Lalang Kec. Rangkui – Pangkalpina

Pengurus Dewan Dakwah

Musyawarah juga menyetujui kepengurusan Dewan Da’wah yang untuk pertama kalinya terdiri dari:
Ketua Mohammad Natsir 
Wakil Ketua:Dr. H.M. Rasjidi
Sekretaris :H. Buchari Tamam
Sekretaris II:H. Nawawi Duski
Bendahara:H. Hasan Basri
Anggota:K.H. Taufiqurrahman
:Mochtar Lintang
:H. Zainal Abidin Ahmad
:Prawoto Mangkusasmito
:H. Mansur Daud Datuk Palimo Kajo
:Prof. Osman Raliby
:Abdul Hamid
 Pada tahun 1983, karena banyak anggota pengurus yayasan yang wafat, dilakukan penyegaran kepengurusan sehingga komposisinya menjadi sebagai berikut:
Ketua Mohammad Natsir 
Wakil Ketua I:Dr. H.M. Rasjidi
Wakil Ketua II:H.M. Yunan Nasution
Wakil Ketua III:Dr. Anwar Harjono, S.H.
Sekretaris :H. Buchari Tamam
Wakil Sekretaris:H. Nawawi Duski
Bendahara:K.H. Hasan Basri
Anggota:Boerhanoeddin Harahap, S.H.
:K.H.A. Malik Ahmad
:Prof. Osman Raliby
:Ir. Ahmad Mas’oed Luthfi

Pada tahun 1989, kembali dilakukan penyegaran kepengurusan, menjadi sebagai berikut:
Ketua Mohammad Natsir 
Wakil Ketua I:Dr. H.M. Rasjidi
Wakil Ketua II:H.M. Yunan Nasution
Wakil Ketua III:Dr. Anwar Harjono, S.H.
Sekretaris :H. Buchari Tamam
Wakil Sekretaris:Hasanuddin Abu Bakar
Bendahara:K.H. Hasan Basri
Anggota:K.H. Abdul Malik Ahmad.
:Prof. Osman Raliby
:Ir. Ahmad Mas’oed Luthfi
:K.H. Sholeh Iskandar
:K.H.M. Rusjad Nurdin
:Mohammad Soleiman
:Drs. Saifullah Mahyuddin, M.A.
:Ir. Soleh Widodo, M.Ed
:H. Hussein Umar
:Abdul Wahid Alwi, M.A.

Setelah M. Natsir wafat pada 14 Sya’ban 1413/6 Februari 1993, berdasarkan hasil Pertemuan Silaturrahmi Keluarga Besar Dewan Dakwah yang diselenggarakan di Jakarta pada 1-2 Dzulqa’idah 1413/23-24 April 1993, diputuskan komposisi kepengurusan sebagai berikut:
Ketua IProf. Dr. H.M. Rasjidi
Ketua II:H.M. Yunan Nasution
Ketua III/Harian:Dr. Anwar Harjono, S.H.
Ketua IV:K.H.M. Rusjad Nurdin
Sekretaris :H. Buchari Tamam
Wakil Sekretaris:H. Hasanuddin Abu Bakar
Bendahara:H. Moh. Nazief, S.E.
Anggota:K.H. Hasan Basri
:H. A. Wahid Alwi, M.A.
:Ir. Ahmad Mas’oed Luthfi
:Drs. Saifullah Mahyuddin, M.A.
:Mohammad Soleiman
:H. Hussein Umar.
:K.H.A. Malik Ahmad
:Prof. Osman Raliby
:K.H.A. Latief Muchtar, M.A.
:K.H. Drs. Didin Hafidhuddin, M.Sc.
:K.H. Affandi Ridhwan
:Dr. H.M. Amien Rais, M.A.

Penyegaran kepengurusan kembali dilakukan pada tahun 1997. Berdasarkan SK No. 003 / A-DDIIP / 1417 / 1997, ditetapkan komposisi kepengurusan sebagai
Ketua UmumDr. H. Anwar Harjono, S.H.
Ketua:Prof. Dr. H.M. Rasjidi
Ketua:K.H.M. Rusjad Nurdin
Wakil Ketua:Mohammad Soleiman
Wakil Ketua:Drs. H.M. Cholil Badawi
Wakil Ketua:Ir. H.A.M. Luthfi
Wakil Ketua:H. Hartono Mardjono, S.H.
Wakil Ketua:Dr. Ir. H.A.M. Saefuddin
Sekretaris Umum:H. Hussein Umar
Sekretaris:H. Hasanuddin Abu Bakar
Sekretaris:H. Mas’adi Sulthani, M.A.
Sekretaris:H.M. Noer, M.A.
Bendahara:H.M. Nazief, S.E.
Wakil Bendahara:H. Tamsil Linrung
Anggota:K.H. Hasan Basri
:Prof. H. Osman Raliby
:H.A. Wahid Alwi, M.A.
:K.H.A. Latief Muchtar, M.A.
:K.H. Didin Hafidhuddin, M.Sc.
:K.H. Affandi Ridhwan
:Dr. H.M. Amien Rais, M.A.
:H. Muzayyin Abdul Wahab, Lc
H. Wardi Kamili
:H. Ramlan Mardjoned
:H. Heman Khalilulrahman
:H. Amlir Syaifa Yasin
:H. Syuhada Bahri
:H. Syariful Alamsyah, Lc
:Drs. H. Misbach Malim, Lc
:H. Zulfi Syukur
:H. Amlika Hs. Dt. Maradjo
:H. Hardi M. Arifin
:Ramli Hutabarat, S.H., M.Hum
:Drs. Muhsin, MK
:H. Mazni Mohd. Yunus, Lc
:Prof. Dr. A. Rahman Zainuddin
:H. Abdul Wahid Sahari, M.A.
:Prof. Drs. H. Dochak Latief
:H. Faisal Baasir, S.H.
:H. Fadhol Arofah, M.A.
:H. Farid Prawiranegara, AK.
:H. Geys Amar, S.H.
:Prof. Dr. H. Hasan Langgulung
:K.H.A. Khalil Ridwan, Lc
:Dr. Ir H. Imaduddin Abdulrahim
:Dr. H. Kuntowijoyo
:Drs. H. Mohammad Siddiq, M.A.
:Prof. H. Daud Ali, S.H.
:Dr. H. Muslim Nasution
:H. Moeslim Aboud Ma’ani, M.A.
:H. Nuhtada Labina
:Dr. H. Nurhay Abdurrahman
:Drs. H. Nursal
:Drs. H. Nurul Huda
:H. Rais Ahmad, S.H., M.A.
:H. Rusydi, S.H., S.Ag.
:Dr. H. Sohirin Mohammad Sholihin
:Drh. H. Taufiq Ismail
:Dr. H. Yahya Muhaimin, M.A
:Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, S.H.
:Prof. Dr. H. Yusuf Amir Feisal.
 Berdasarkan keputusan Musyawarah Besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia yang dilaksanakan di Bogor tanggal 22 s/d 25 Agustus 2005 dan disesuaikan dengan undang-undang yayasan yang baru, dibentuk susunan Badan Pembina, Pengawas dan Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia periode 2005 s/d 2010 sebagai berikut :
Badan Pembina
Ketua Drs. H.M. Cholil Badawi
Wakil Ketua:Ir. H.A.M. Luthfi
Wakil Ketua:K.H. Nadjih Ahjad
Anggota:Prof. DR. H.A.M. Saefudin
:K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i
:Drs. H. Anwar Saleh
:K.H. Abdul Wahid Sahari, MA
:K.H. Dadun Abdul Qahar
:Dr. H. Didin Hafiduddin, M.Sc
:DR. Ir. H.M. Imaduddin A.R
:Prof. DR. Jusuf Amir Feisal
:Rusydi Hamka
:KH. Shiddiq Amin
:Drh. Taufiq Ismail
:Prof. DR. Yahya A. Muhaimin
:Yudo Paripurno, SH
:DR. Zuhal Abdul Qadir

Badan Pengawas
Ketua Drs. Mohammad Siddik
Anggota:DR. H. Saifudin Bachrun
:Ir. H. Ahmad Fauzi Natsir
:Farid Prawiranegara, MBA
:Drs. Zulkifli Hasan

Pengurus Harian
Ketua UmumHussein Umar
Ketua:KH. A. Khalil Ridwan
Ketua:H. Mas’adi Sulthani, MA
Ketua:DR. H. Mohammad Noer
Ketua:Adian Husaini, MA
Ketua:DR. Daud Rasyid
Ketua:H. Ramlan Mardjoned
Ketua:H. Syuhada Bahri
Ketua:Hj. Ida Farida Natsir

Sekretaris UmumH. Abdul Wahid Alwi, MA
SekretarisH. Muzayyin Abdul Wahab, Lc
SekretarisH. Amlir Syaifa Yasin, MA
Sekretaris H. Hardi M. Arifin
SekretarisZahir Khan, SH. Dipl. TEFL
SekretarisH. Syariful Alamsyah, Lc
SekretarisDrs. H. Misbach Malim, Lc. M.Sc
SekretarisMohammad Avid Solihin, MM
SekretarisDra. Hj. Andi Nurul Jannah, Lc
BendaharaH. Edi Setiawan
Wakil BendaharaH. Makmun Daud
Wakil BendaharaDra. Hj. Irmawati M. Nazief

Pada tanggal 19 April 2007, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Bapak Hussein Umar wafat, kemudian berdasarkan rapat Badan Pembina diputuskanlah susunan Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pengganti antar waktu  sampai tahun 2010 yang susunannya adalah sebagai berikut :
Ketua UmumH. Syuhada Bahri
Ketua:KH. A. Khalil Ridwan
Ketua:H. Mas’adi Sulthani, MA
Ketua:DR. H. Mohammad Noer
Ketua:Adian Husaini, MA
Ketua:DR. Daud Rasyid
Ketua:H. Ramlan Mardjoned
Ketua:H. Syariful Alamsyah
Ketua:Hj. Ida Farida Natsir
Sekretaris Umum:H. Abdul Wahid Alwi, MA
Sekretaris:H. Muzayyin Abdul Wahab, Lc
Sekretaris:H. Amlir Syaifa Yasin, MA
Sekretaris:H. Hardi M. Arifin
Sekretaris:Zahir Khan, SH. Dipl. TEFL
Sekretaris:H. Suwito Suprayogi
Sekretaris:Drs. H. Misbach Malim, Lc. M.Sc
Sekretaris:Drs. Avid Solihin, MM
Sekretaris:Dra. Hj. Andi Nurul Jannah, Lc
Bendahara:H. Edi Setiawan
Wakil Bendahara:H. Makmun Daud
Wakil Bendahara:Dra. Hj. Irmawati M. Nazief